Kajian kitab Fi Zhilalil Qur’an Dan Gelombang Cinta Kecemburuan – Buya Syakur

kajian kitab fi zhilalil qur'an
ngaji online buya syakur kajian kitab fi zhilalil qur’an dan pembacaan gelombang cinta

 

KECEMBURUAN

Mungkin karena ada Sisi kelemahan yang melekat pada diri perempuan, sehingga membentuk sikap berpegang teguh pada nilai-nilai moral, lebih kuat dari pada kaum lelaki.

Sehingga seorang lelaki hendaknya terlebih dahulu menjaga moral dengan baik, sebelum mencari perempuan yang bermoral, karena setiap burung pasti akan berkumpul dengan sejenisnya.

Sebaliknya perempuan melihat seorang lelaki sebagai pahlawan, ketika belum menikahinya. Tetapi nanti Setelah menjadi suami, lelaki itu akan menjadi tawanannya.

Teristimewa lagi bagi perempuan, pada Umumnya, mulai bisa mendengarkan percakapan dengan suaminya, hanya ketika saat menjelang akan tidur.Kemudian lagi, rasa malu yang tampil di permukaan paras seorang perempuan,  ternyata lebih atraktif dibandingkan dengan kecantikan wajahnya.

Sementara aku sering menyaksikan engkau, wahai kekasihku, diam tidak bicaca dan tutup mulut rapat, kemungkinan ada tiga penyebab. Pertama karena engkau merasakan kelelahan berfikir, kedua karena engkau tersiksa dalam penantian dan ketiga karena engkau sedang merasakan kegundahan di dalam hati.

Ketika di dalam diri perempuan terkumpul tiga sifat istimewa, cerdas, cantik dan licik, maka siapapun yang jatuh cinta, maka dapat disamakan seperti terperangkap dalam ranjau, sulit untuk mengelak.

Hanya sebagai suatu perbandingan saja, wahai kekasihku, beda antara Ielaki dan perempuan, biasanya lelaki itu lebih cepat mencintai tetapi Iambat membenci. Sebaliknya perempuan Iambat jatuh cinta, tetapi sangat cepat membenci.

Mungkin itulah sebabnya engkau lebih memilih diam, ketika di duga dalam percakapan ada kemungkinan menimbulkan suatu masalah. Dan pada hakekatnya diam itu adalah kenyamanan untuk hati di tengah kegaduhan.

Di tengah kesibukan pekerjaan yang berlimpah, tidak dapat dihindari pikiranku selalu mengingat dirimu, wahai kekasihku, mungkinkah ini sebagai suatu pertanda bahwa aku sangat mencintai dirimu. Aku tidak tahu apakah engkau merasakan yang sama.

Yang penting engkau selalu dalam keadaan baik dan percaya diri, tidak usah selalu mengintai orang-orang yang sukses dan ingin meniru keberhasilan mereka. Sukseslah dengan caramu sendiri.

Kemudian engkau tidak perlu khawatir barangkali aku meninggalkan dirimu, percayalah wahai kekasihku. Apa yang hilang dari dirimu, adalah disebabkan karena engkau merasa takut yang sangat berlebihan, sehingga menjadi penyebab engkau kehilangan rasa damai dari hatimu.

Selanjutnya selain itu, wahai kekasiku, jadikanlah sikap diammu itu sebagai budi luhurmu, karena dengan sikap diam memberikan peluang kepadamu untuk merenung, sehingga engkau dapat dengan mudah memaafkan kesalahankesalahan orang Iain dan dapat menghindarkan dirimu dari salah mengatakan.

Apa yang kita inginkan dalam membangun persahabatan dengan siapapun, wahai kekasihku, adalah sebatas mendapatkan penghargaan atas segala kebaikan kita dan bersyukur kepada Tuhan, bukan untuk mendapat balas budi dari siapapun.

Dalam realita kehidupan, akan menjadi bahaya yang mengancam kita, pada saat kita dalam kebenaran dan kebanyakan orang di sekitar kita dalam kesalahan. Sekalipun dalam pepatah dikatakan “sampaikan kebenaran, sekalipun rasanya pahit”.

Seseorang yang berakal sehat, lebih mengutamakan bercerita kepada orang Iain dengan perbuatannya, bukan dengan sekedar berkata-kata. Apabila kita sudah mampu mengevaluasi mengapa kita gagal dalam mencapai tujuan, maka kita akan dapat mengerti dengan mudah bagaimana caranya kita merebut keberhasilan. Singkirkanlah pikiran-pikiran yang buruk sebelum pikiran buruk itu akan menyingkirkan dirimu.

Kesalahan-yang paling dungu dalam pemikiran manusia, wahai kekasihku, adalah ketika meyakini sesuatu tanpa dali! dan argumentasi. Sehingga tuduhan apapun yang engkau lontarkan kepadaku, bukan aku yang berkewajiban membantahnya, melainkan kewajibanmu untuk mengajukan bukti, itu saja.

Aku hanya berani mengatakan dengan jujur bahwa aku sangat mencintaimu dan aku berusaha untuk tetap setia.

Aku tidak mau terjebak dalam kedunguan yang lebih dalam, sepatu yang sempit kupakai terus melawan sakit dikaki . hanya karena ingin membuat orang lain mengagumi diriku.

oleh karena itu sebaiknya tersenyum sajalah, wahai kekasihku, Engkau tidak menanggung kerugian apapun, Tuhanmu ada, rizkimu sudah ditakar dan umurmu sudah ditetapkan.

Tidak salah bila aku harus banyak belajar dari hatimu, wahai kerkasihku, supaya akau lebih manusiawi dan lembut serta dapat berbuat lebih santun adalah lebih baik daripada aku harus sering berargumentasi, menjelaskan dan memperdebatkan segala persoalan . Orang itu pada umumnya mau mendengar ketika yang dibicarakan adalah yang mereka sukai.

Siapa yang lancang berani mengatakan, bahwa perempuan itu tidak punya pendapat. Nyatanya engkau, wahai kekasihku setiap hari punya pendapat baru.

Mencari teman ngobrol sangat mudah sekali, yang sulit adalah orang yang mau mendengarkan dan mau percaya. Apabila engkau ikut merasakan sakit, ketika aku berbincang tentang sakitmu, engkau adalah peremuan yang baik sekali. Tetapi ketika engkau langsung tergerak hatimu untuk ikut serta mengobati rasa sakitmu, maka engkau adalah perempuan hebat.

Jangan tertipu dengan tampilan lahir, wahai kekasihku, orang yang diam dan tutup mulut itu jiwanya tenang,karena kuburan yang tampak tenang dan sepi, sama sekali tidak berarti semua penduduknya sedang di dalam sorga. Kemudian berdusta itu tidak mesti dengan kata-kata, kita juga sering berdusta dengan sikap diam.

Kenyataan dalam bermasyarakat memang seperti itu, wahai kekasihku, ketika kita melakukan sesuatu yang benar, tidak seorangpun yang mengingat, tetapi ketika melakukan kesalahan, tidak ada seorangun yang lupa.

Apabila engkau mengajukan alasan-alasan yang dibuat-buat dengan tujuan untuk meninggalkan diriku, wahai kekasihku, maka aku juga tidak berkeberatan untuk menyampaikan ribuan terimakasih kepadamu atas kepergianmu.

Kecemburuanmu terhadap adik kandungmu sendiri sangat berlebihan, sampai engkau mengatakan dengan kasar: ” ‘/Ada urusan apa engkau sering menghubungi adikku ?”

“Adikmu sedang butuh uang mendesak, dia ingin pindjam kepadaku, tetapi tidak boleh ada orang Iain tahu”. Terpaksa aku jelaskan.

”Siapa itu perempuan yang sering datang ke rumahmu ?”.tanyamu lagi.

‘Itu adalah pebantu rumah yang bertugas masak dan membersihkan rumah”, jawaku sedikit kesal.

‘Kemarin siapa perempuan yang naik mobil bersamamu”, tanyamu lagi dengan nada seperti menuduh.

“Itu kakak iparku, kuantar ke rumah sakit karena suaminya sedang sakit”, terangku lebih lanjut.

“Pembantu rumah tangga kok secantik itu?”, tanyamu lagi dengan nada sinis.

Di tengah kecemburuannya yang meledak-ledak itu, kulerai hatimu : “Kecemburuan itu seperti garam, sayur asam kurang garam tentu rasanyatidak sedape Tetapi bila berlebihan seperti itu, engkau sendiri yang menderita. Cemburu bagiku bukan menuduh, tetapi sebagai bukti engkau terlalu mencintaiku, sehingga engkau takut kehilangan.

Engkau diam saja sambil menunduk. Terkadang sambil menggigit kuku jarimu sendiri.

Rambutmu yang bergerai di alis kirimu engkau sibak dengan jari telunjuk kanan yang baru saja kukunya engkau gigit. Dengan tiba-tiba engkau bertanya: “Mengapa engkau tidak segera melamarku”. Engkau ucapkan dengan nada penuh harap.

“Yang pasti lebih cepat lebih baik. Lelaki yang benar-benar mencintaimupasti akan segera mengetuk rumahmu, tetapi persoalannya sekarang tinggal sedikit lagi, aku sedang menyusun disertasi tentang psikologi kecemburuan”. Akhirnya aku jelaskan secara mendetail dan engkau hanya manggut-manggut.

 

Indramayu. 30-09-2021

Abdul Syakur Yasin

Leave a Reply